Optimalisasi Potensi Lokal Beras Singkong sebagai Pangan Pokok Alternatif di Kampung Adat Cireundeu

Authors

  • Arfiani Yulianti Fiyul Sheikh Yusuf Islamic University, Tangerang, Indonesia
  • Neneng Sulastri Islamic Nusantara University Bandung

Keywords:

Beras singkong, Pangan alternatif, Kearifan lokal, Ketahanan pangan

Abstract

Kampung Adat Cireundeu dikenal sebagai salah satu komunitas adat di Indonesia yang telah lama menerapkan beras singkong (rasi) sebagai pangan pokok alternatif. Praktik ini merupakan bentuk kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat. Namun demikian, potensi beras singkong sebagai pangan pokok alternatif belum sepenuhnya dioptimalkan, baik dari aspek produksi, pengolahan, maupun pemanfaatannya secara berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal beras singkong sebagai pangan pokok alternatif di Kampung Adat Cireundeu. Metode pelaksanaan meliputi edukasi ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, pendampingan pengolahan beras singkong, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan tokoh adat, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi, manfaat ekonomi, serta keberlanjutan beras singkong sebagai pangan pokok alternatif. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, melestarikan kearifan lokal, dan mendorong kemandirian pangan masyarakat Kampung Adat Cireundeu secara berkelanjutan.

Author Biographies

Arfiani Yulianti Fiyul, Sheikh Yusuf Islamic University, Tangerang, Indonesia

We hope that this collaborative service article can be published in the SIGAP journal.

Neneng Sulastri, Islamic Nusantara University Bandung

We hope that this best collaborative service article can be published in the SIGAP journal.

References

Adger, W. N. (2020). Social resilience to climate change and extremes. Annual Review of Environment and Resources, 45, 379–406. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-012420-012857

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Kebijakan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik ketahanan pangan Indonesia 2023. BPS RI.

Béné, C., Newsham, A., Davies, M., Ulrichs, M., & Godfrey-Wood, R. (2021). Resilience, poverty and development. Journal of Development Studies, 57(2), 199–216. https://doi.org/10.1080/00220388.2020.1849615

BMKG. (2022). Perubahan iklim dan ketahanan pangan nasional. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

FAO. (2020). The state of food security and nutrition in the world 2020. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

FAO. (2022). Root and tuber crops for food security. FAO Publishing.

FAO. (2024). Sustainable food systems and local food diversification. FAO Publishing.

Handayani, S., & Rahmawati, D. (2021). Diversifikasi pangan berbasis singkong sebagai upaya ketahanan pangan. Jurnal Ketahanan Pangan, 5(2), 101–112.

Hidayat, R., & Suryana, A. (2020). Pengembangan pangan lokal dalam mendukung kemandirian pangan. Jurnal Pangan, 29(3), 175–186.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Roadmap diversifikasi pangan nasional. Kementan RI.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Pengembangan pangan lokal berbasis umbi-umbian. Kementan RI.

Koentjaraningrat. (2021). Pengantar ilmu antropologi (edisi revisi). Rineka Cipta.

Lestari, E., & Widodo, S. (2022). Kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat adat. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 45–58.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis (4th ed.). SAGE Publications.

Nugroho, A., & Prasetyo, B. (2023). Inovasi olahan singkong untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Jurnal Agroindustri, 12(2), 89–100.

OECD. (2021). Building resilient food systems. OECD Publishing.

Permana, R. C. E. (2020). Kearifan lokal dan keberlanjutan pangan masyarakat adat. Deepublish.

Prabowo, A., & Santoso, I. (2024). Pangan alternatif berbasis singkong dalam mendukung SDGs. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 33–45.

Rahman, F., & Sari, M. (2021). Ketahanan pangan rumah tangga berbasis pangan lokal. Jurnal Ilmu Sosial, 17(2), 120–131.

Saragih, B. (2020). Membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal. IPB Press.

Sari, D. P., & Wibowo, A. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan pangan lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 201–210.

Setiawan, I., & Nurhasanah, N. (2023). Peran masyarakat adat dalam ketahanan pangan lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 55–67.

Soemarno. (2021). Ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan. UB Press.

Suryana, A. (2020). Diversifikasi pangan untuk ketahanan pangan nasional. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 38(1), 1–14.

Susanti, R., & Hidayah, N. (2024). Singkong sebagai pangan pokok alternatif berkelanjutan. Jurnal Pangan dan Gizi, 15(1), 22–34.

United Nations. (2021). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. UN Publishing.

United Nations. (2023). Local food systems and indigenous communities. UN Publishing.

Widodo, S., & Hartati, L. (2022). Optimalisasi pangan lokal berbasis kearifan lokal. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 23(2), 145–156.

World Bank. (2020). Food security and resilience. World Bank Publications.

World Bank. (2024). Strengthening local food systems for resilience. World Bank Publications.

Yuliana, E., & Kurniawan, T. (2025). Pangan lokal dan kemandirian masyarakat adat di Indonesia. Jurnal Pembangunan Sosial, 9(1), 1–13.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Fiyul, A. Y., & Sulastri, N. (2026). Optimalisasi Potensi Lokal Beras Singkong sebagai Pangan Pokok Alternatif di Kampung Adat Cireundeu. SIGAP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1–12. Retrieved from https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/290