Pendampingan Program "Sekolah Ramah Anak" Melalui Pelatihan Konselor Sebaya di SMPN 1 Cimahi

Authors

  • Neneng Sulastri Universitas Islam Nusantara Bandung, Indonesia

Keywords:

Sekolah Ramah Anak, Konselor Sebaya, Pendampingan, Kesejahteraan Mental

Abstract

Program "Sekolah Ramah Anak" (SRA) merupakan upaya krusial dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Namun, keterbatasan jumlah guru Bimbingan Konseling (BK) di SMPN 1 Cimahi seringkali menjadi hambatan dalam mendeteksi dan menangani masalah psikologis maupun perundungan (bullying) di kalangan siswa secara cepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung implementasi SRA di SMPN 1 Cimahi melalui program pendampingan dan pelatihan konselor sebaya (peer counselor). Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan: persiapan dan koordinasi, pelaksanaan pelatihan (pemahaman konsep SRA, teknik komunikasi terapeutik, dan konseling dasar), serta evaluasi program. Mitra dalam kegiatan ini adalah 30 siswa yang dipilih menjadi agen perubahan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep sekolah ramah anak sebesar 85% dan peningkatan keterampilan komunikasi empati sebesar 78%. Selain itu, terbentuknya posko konseling sebaya internal menjadi wadah yang efektif bagi siswa untuk saling bercerita dan mencari solusi. Kesimpulannya, pelatihan konselor sebaya ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam mewujudkan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan mental anak di SMPN 1 Cimahi.

References

Asmoro, N. W., & Handayani, T. (2025). Pelatihan komunikasi terapeutik bagi konselor sebaya dalam menekan angka cyberbullying di sekolah menengah pertama. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 145–154.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2020). Panduan mplementasi sekolah ramah anak (SRA). KemenPPPA.

Lestari, S., & Wijaya, A. (2024). Peran teman sebaya (peer support) dalam kesehatan mental remaja awal di lingkungan sekolah. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(1), 33–45.

Nugraha, R., Hidayat, S., & Pratama, M. (2025). Strategi optimalisasi guru bimbingan konseling melalui pemanfaatan layanan konselor sebaya. Jurnal Implentasi Bimbingan Konseling, 7(3), 210–222.

Pratiwi, D. A., & Utami, R. (2023). Efektivitas pelatihan active listening untuk meningkatkan empati siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(2), 112–119.

Purwanti, E., & Setiawan, B. (2024). Pendampingan sekolah ramah anak: Evaluasi program pencegahan perundungan berbasis siswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat J-Dinika, 6(1), 54–67.

Ramadhan, F., & Safitri, I. (2025). Pembentukan peer counselor sebagai upaya akselerasi sekolah ramah anak di tingkat menengah. Jurnal Pengabdian Edukasi, 11(4), 302–315.

Suryani, L. (2023). Konseling sebaya: Teori dan praktik untuk konselor sekolah. Penerbit Andi.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Widiastuti, R., & Kurniawan, H. (2026). Dinamika kelompok remaja: Mengapa siswa lebih terbuka pada teman sebaya daripada guru? Jurnal Ilmiah Sosiologi Pendidikan, 14(1), 18–29.

Downloads

Published

2026-07-19

How to Cite

Neneng Sulastri. (2026). Pendampingan Program "Sekolah Ramah Anak" Melalui Pelatihan Konselor Sebaya di SMPN 1 Cimahi. SIGAP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 148–158. Retrieved from https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/344