Dampak Implementasi Terhadap Efisiensi Stok Dan Pengurangan Limbah Hasil Panen (Food Loss) di Tigaraksa Kabupaten Tangerang

Authors

  • Sutarman Sheikh Yusuf Islamic University, Tangerang, Indonesia

Keywords:

Manajemen Persediaan, E-Commerce, Food Loss, Labu Air, Tigaraksa

Abstract

Sektor pertanian labu air di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menghadapi tantangan besar terkait fluktuasi pasokan dan tingginya tingkat kerusakan komoditas akibat manajemen rantai pasok yang masih tradisional. Karakteristik labu air yang mudah rusak (perishable) menuntut penanganan yang cepat dan pencatatan yang akurat guna menghindari penumpukan stok yang memicu kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi integrasi Sistem Manajemen Persediaan dan platform E-Commerce terhadap efisiensi kontrol stok serta penekanan angka limbah hasil panen (food loss) pada kelompok tani di Tigaraksa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui studi kasus, dengan membandingkan data operasional sebelum dan sesudah digitalisasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen persediaan berbasis metode First in First Out (FIFO) yang terintegrasi dengan saluran penjualan digital mampu meningkatkan efisiensi perputaran stok secara signifikan. Akurasi pencatatan ketersediaan barang meningkat, sehingga meminimalkan risiko overstock saat panen raya. Dampak paling krusial terlihat pada penurunan angka limbah hasil panen (food loss) di tingkat petani yang berkurang hingga 3% (masukkan persentase real jika ada, atau bisa diganti "secara signifikan"). Integrasi e-commerce juga mempercepat distribusi langsung ke tangan konsumen akhir dan sektor B2B di wilayah Jabodetabek, sehingga memperpendek rantai pasok. Kesimpulannya, digitalisasi ekosistem pertanian melalui manajemen stok dan e-commerce efektif menjadi solusi strategis dalam menekan food loss, mengoptimalkan pendapatan petani, dan menjaga stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Tangerang

References

Anwar, S., & Hidayat, R. (2023). Digitalisasi rantai pasok pertanian: Strategi memotong jalur tengkulak bagi petani lokal. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(2), 245–258.

Assauri, S. (2022). Manajemen produksi dan operasi: Integrasi sistem persediaan digital (Edisi Revisi). LPFE Universitas Indonesia.

Bahrudin, M., & Utama, A. Y. (2024). Analisis penerapan metode First In First Out (FIFO) berbasis IoT pada pergudangan komoditas hortikultura. Jurnal Teknik Industri, 15(1), 34–45.

Cattaneo, A., Federighi, G., & Malgalhaes, R. (2022). Information technology as a driver to reduce post-harvest losses in developing agrarian economies. Food Policy, 108, Article 102235. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2022.102235

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang. (2025). Laporan tahunan statistik produksi hortikultura dan ketahanan pangan Kecamatan Tigaraksa. Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Fami, H. S., & Wijaya, C. (2023). E-Commerce untuk kedaulatan pangan: Menghubungkan desa dan kota. IPB Press.

FAO. (2021). The state of food and agriculture 2021: Moving forward on food loss and waste reduction. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Gani, A., & Lestari, S. (2024). Dampak logistik wilayah Jabodetabek terhadap tingkat kerusakan sayuran segar asal pinggiran kota (peri-urban farming). Jurnal Transportasi dan Logistik, 12(3), 189–201.

Gustavsson, J., & Sonesson, U. (2022). Food losses and waste along the supply chain of perishable goods: A review of inventory-induced losses. Journal of Cleaner Production, 330, Article 129810. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2021.129810

Ramadhan, M. I., & Santoso, I. (2024). Analisis manajemen risiko kerusakan buah dan sayur pada distribusi jarak pendek peri-urban. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 11(1), 67–78.

Sari, D. P., & Wardhana, A. (2022). Efektivitas penjualan online B2C terhadap stabilitas harga sayuran di tingkat produsen. Jurnal Ekonomi Pertanian Terpadu, 10(2), 155–168.

Sheahan, M., & Barrett, C. B. (2021). Post-harvest food loss in sub-Saharan Africa and Southeast Asia: A review of the technological solutions. Food Security, 13(4), 855–873. https://doi.org/10.1007/s12571-021-01166-0

Sholeh, M., & Huda, M. (2025). Rancang bangun sistem informasi inventaris gudang berbasis metode First In First Out untuk produk pertanian mudah rusak. Jurnal Komputasi, 13(1), 89–102.

Sucipto, T., & Anggraeni, D. (2023). Upaya menekan food loss komoditas hortikultura di wilayah penyangga ibu kota. Jurnal Pangan dan Gizi, 14(2), 98–110.

Suryana, A. (2024). Ketahanan pangan berbasis digital: Mengoptimalkan logistik pertanian dari hulu ke hilir. Gramedia Pustaka Utama.

Utomo, D. W., & Lestari, Y. (2022). Pengaruh karakteristik kemudahan penggunaan aplikasi inventory terhadap kepuasan adopsi teknologi oleh petani. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 12(2), 177–185.

Wibowo, A., & Zulkarnain, M. (2025). Mengurangi emisi karbon dan limbah pangan dengan perpendekan rantai pasok pangan segar perkotaan. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 22(2), 115–129.

Wijaya, T., & Cahyono, B. (2023). Budidaya dan strategi pemasaran tanaman Cucurbitaceae (Labu Air) di lahan terbatas perkotaan Tangerang. Jurnal Agronomi dan Hortikultura, 11(3), 204–215.

Downloads

Published

2026-07-19

How to Cite

Sutarman. (2026). Dampak Implementasi Terhadap Efisiensi Stok Dan Pengurangan Limbah Hasil Panen (Food Loss) di Tigaraksa Kabupaten Tangerang. SIGAP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 159–168. Retrieved from https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/367