SIGAP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://www.ijems.id/index.php/sigap <p><em><strong>SIGAP: Media Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong></em> merupakan jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh <strong>Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia (PDPI)</strong> pada bulan Desember 2025. Jurnal ini adalah media publikasi <em>peer-reviewed</em> dan <em>open access</em> yang dikelola oleh organisasi profesi dosen, dengan komitmen menghadirkan publikasi ilmiah berkualitas tinggi.</p> <p>Jurnal ini berfokus pada penyebarluasan hasil temuan objektif di lapangan yang berkaitan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu sosial dan eksakta. <em>SIGAP</em> menerima artikel ilmiah orisinal yang disusun secara teoritis maupun empiris dengan pendekatan metodologis yang mutakhir, sehingga relevan bagi pembaca di tingkat nasional maupun internasional.</p> <p>Jurnal ini dirancang untuk melayani kebutuhan para peneliti, praktisi, pengembang, profesional, guru, dosen, mahasiswa sarjana dan pascasarjana, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap riset terkini dan inovatif terkait pengabdian kepada masyarakat. Fokus bidang kajian jurnal meliputi:</p> <ol> <li>Pendidikan</li> <li>Ekonomi</li> <li>Hukum</li> <li>Sosial Humaniora</li> <li>Bahasa</li> <li>Ilmu Eksakta</li> </ol> <p><em> </em><em>SIGAP: Media Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</em> terbit secara berkala pada bulan <strong>Maret, Juni, September, dan Desember</strong>.</p> en-US infosigap@gmail.com (Sutarman, Dr) nasirmuning@gmail.com (Muhammad Nasir, M.Pd.I) Tue, 05 May 2026 08:46:45 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Implementasi Sistem Manajemen Persediaan dan E-Commerce untuk Memperluas Pangsa Pasar Petani Labu Air di Kabupaten Tangerang https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/328 <p>Studi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pemasaran dan logistik klasik yang dihadapi oleh petani Labu Air (Lagenaria siceraria) di Kabupaten Tangerang, yang sebagian besar bergantung pada rantai pasokan tradisional dan pasar lokal konvensional. Ketergantungan pada perantara seringkali mengakibatkan daya tawar yang rendah bagi petani dan kerugian pasca panen yang tinggi akibat stok yang tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini mengimplementasikan solusi digital terintegrasi yang terdiri dari Sistem Manajemen Persediaan dan platform E-commerce. Sistem Manajemen Persediaan dirancang untuk memantau tingkat stok secara real-time, mengurangi pemborosan melalui metode First-In-First-Out (FIFO), sedangkan sistem E-commerce memungkinkan petani untuk melewati perantara tradisional dan menjangkau basis konsumen yang lebih luas, termasuk rumah tangga perkotaan dan bisnis kuliner. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&amp;D) diikuti dengan sosialisasi dan bantuan teknis untuk kelompok petani. Hasil sementara menunjukkan bahwa implementasi sistem ini secara signifikan meningkatkan efisiensi logistik dan memperluas jangkauan pasar melampaui batas regional. Lebih lanjut, digitalisasi data penjualan memungkinkan petani untuk menganalisis tren pasar, yang mengarah pada aliran pendapatan yang lebih mudah diprediksi dan peningkatan ketahanan ekonomi bagi masyarakat pertanian setempat.</p> Endang Hermawan Copyright (c) 2026 Endang Hermawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/328 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 Inovasi Pengelolaan Dana Kas Desa untuk Pembiayaan Budidaya Labu Air sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Desa https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/326 <p>Rendahnya pemanfaatan dana kas desa untuk sektor produktif dan ketergantungan petani terhadap modal konvensional dengan bunga tinggi menjadi hambatan utama dalam pengembangan ekonomi di sektor pertanian. Program ini bertujuan untuk menginisiasi model <strong>"Si-Labu" (Sistem Investasi Labu)</strong>, sebuah inovasi pengelolaan dana kas desa sebagai sumber pembiayaan budidaya labu air untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap utama: (1) Sosialisasi dan edukasi literasi keuangan bagi perangkat desa dan kelompok tani; (2) Perancangan mekanisme pembiayaan bergulir berbasis bagi hasil yang adil; (3) Pendampingan teknis budidaya labu air organik yang efisien; serta (4) Monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah terbentuknya regulasi tingkat desa mengenai penyaluran dana kas desa untuk pertanian, peningkatan luas lahan produktif labu air, serta peningkatan pendapatan asli desa (PADes) melalui sistem bagi hasil. Inovasi ini tidak hanya memberikan akses modal yang mudah bagi petani, tetapi juga mentransformasi dana kas desa dari dana pasif menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Lesna Purnawan, Abby Yazid Bustommy, Mariana Tenreng , Hendri Kartika Andri, Slamet Riyanto Copyright (c) 2026 Lesna Purnawan, Abby Yazid Bustommy, Mariana Tenreng , Hendri Kartika Andri, Slamet Riyanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/326 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Teknologi Vacuum Frying dan Strategi Branding Digital untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Labu Air di Kabupaten Tangerang https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/322 <p>Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah (<em>added value</em>) labu air melalui penerapan teknologi penggorengan hampa (<em>vacuum frying</em>) dan memperkuat posisi tawar UMKM melalui strategi <em>branding</em> digital yang sistematis. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi: Transfer Teknologi: Pelatihan penggunaan mesin <em>vacuum frying</em> untuk mengolah labu air menjadi keripik yang renyah, nutrisinya tetap terjaga, dan memiliki masa simpan lebih lama. Pengembangan Produk: Pendampingan dalam pembuatan desain kemasan yang ergonomis dan sesuai standar pangan (PIRT/Halal). Digital Branding: Workshop pemasaran digital yang mencakup pembuatan identitas visual (logo), pengelolaan media sosial, serta optimalisasi <em>marketplace</em> sebagai saluran penjualan utama. Hasil: Penerapan teknologi <em>vacuum frying</em> berhasil mengubah karakteristik labu air menjadi produk olahan bernilai jual tinggi dengan masa simpan mencapai 6-12 bulan. Dari aspek pemasaran, strategi <em>branding</em> digital mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Tangerang, yang ditandai dengan peningkatan jumlah pesanan melalui platform daring. Analisis ekonomi menunjukkan peningkatan margin keuntungan UMKM sebesar Sebutkan estimasi %, misal: 40-60%] dibandingkan penjualan labu air dalam bentuk segar. Kesimpulan: Sinergi antara teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran merupakan solusi efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Tangerang. Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis terhadap masalah pasca-panen, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.</p> Sita Kurniaty Ratoko, Lesna Purnawan, Jaka Slameta, Rahmat Hidayat, Susilowati Copyright (c) 2026 Sita Kurniaty Ratoko, Lesna Purnawan, Jaka Slameta, Rahmat Hidayat, Susilowati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/322 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 Upaya Pengembangan dan Pendampingan Budidaya Labu Air Sebagai Peluang Usaha yang Prosfektif di Tigaraksa Kabupaten Tangerang https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/319 <p>Labu air (<em>Lagenaria siceraria</em>) merupakan salah satu komoditas yang memiliki daya tahan baik terhadap hama dan pasar yang stabil, namun petani lokal masih terkendala oleh keterbatasan teknik budidaya modern dan strategi pemasaran. Tujuan: Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pendampingan teknis, serta penguatan manajemen usaha bagi masyarakat di Tigaraksa guna menjadikan budidaya labu air sebagai peluang bisnis yang menjanjikan dan berkelanjutan. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi: Sosialisasi dan Pelatihan: Pemberian materi mengenai pemilihan benih unggul, penyiapan media tanam, dan teknik pemupukan organik. Pendampingan Lapangan: Praktik langsung pembuatan sistem rambatan (para-para) yang efektif dan pengendalian hama terpadu. Workshop Kewirausahaan: Edukasi mengenai analisis kelayakan usaha, pengemasan produk, dan perluasan jaringan pemasaran ke pasar tradisional maupun modern di wilayah Tangerang. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis petani dalam mengelola lahan labu air yang berdampak pada peningkatan kualitas hasil panen secara signifikan. Dari sisi ekonomi, analisis usaha menunjukkan bahwa budidaya labu air memiliki <em>Return on Investment</em> (ROI) yang positif dengan masa panen yang relatif cepat, sehingga mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Kesimpulan: Pengembangan budidaya labu air di Tigaraksa sangat prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut. Sinergi antara pendampingan teknis dan akses pasar menjadi kunci utama dalam mengubah kegiatan bertani subsisten menjadi unit usaha tani yang profesional dan menguntungkan.</p> Arifin Idrus, Sri Anjarwati, Luh Utami, Wati Yaramah, Slamet Riyanto Copyright (c) 2026 Arifin Idrus, Sri Anjarwati, Luh Utami, Wati Yaramah, Slamet Riyanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/319 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 Penguatan Ekonomi Pesisir Melalui Pemberdayaan Umkm Pengolahan Ikan Asin di Desa Carita https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/295 <p>Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengintegrasikan pengetahuan akademik mahasiswa dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang dengan fokus pada penguatan ekonomi pesisir melalui pemberdayaan UMKM pengolahan ikan asin. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum adanya branding dan identitas produk, kemasan yang belum higienis, pemasaran yang masih bersifat tradisional, serta tidak adanya pencatatan keuangan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan observasi, perencanaan program, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan branding dan pembuatan label produk, standarisasi kemasan higienis, pemasaran digital, serta pembukuan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha, perbaikan tampilan dan kualitas kemasan produk, serta mulai diterapkannya pemasaran digital dan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan KKN ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan daya saing UMKM, memperluas jangkauan pemasaran, serta mendorong keberlanjutan penguatan ekonomi masyarakat pesisir Desa Carita.</p> Uum Sumaiyah, Asep M. Ridwan, Fery Fortuna, Ignatius Joko Dewanto Copyright (c) 2026 Uum Sumaiyah, Asep M. Ridwan, Fery Fortuna, Dewanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/295 Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0000