Penguatan Karakter Disiplin dan Sportivitas Siswa SMP Melalui Pelatihan Seni Bela Diri Tradisional Benjang

Authors

  • Sutarman Sheikh Yusuf Islamic University, Tangerang, Indonesia

Keywords:

Pendidikan Karakter, Disiplin, Sportivitas, Benjang, Olahraga Tradisional, Siswa SMP

Abstract

Globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi di kalangan remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) membawa tantangan berupa penurunan tingkat disiplin dan kemerosotan nilai sportivitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menguatkan karakter disiplin dan sportivitas siswa SMP melalui pelatihan seni bela diri tradisional Benjang. Benjang tidak hanya berfungsi sebagai cabang olahraga dan seni pertunjukan Sunda, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kearifan lokal seperti penghormatan terhadap lawan, kejujuran, dan ketahanan mental. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan service-learning yang meliputi tiga tahapan utama: sosialisasi nilai-nilai karakter dalam Benjang, pelatihan teknik dasar dan fisik secara intensif, serta simulasi pertandingan dengan evaluasi reflektif. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMP Kota Bandung sebanyak 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai kearifan lokal Benjang serta peningkatan indikator karakter disiplin ketepatan waktu dan kepatuhan aturan serta sportivitas menghargai keputusan wasit dan menghormati lawan sebesar Persentase 60 % berdasarkan observasi dan angket evaluasi. Pelatihan seni bela diri tradisional Benjang terbukti efektif sebagai media pembentukan karakter berbasis budaya lokal yang mampu membentuk generasi muda yang disiplin, sportif, dan berakar kuat pada kebudayaannya.

References

Aditia, R., & Permana, A. (2022). Internalisasi nilai sportivitas dan disiplin melalui aktivitas jasmani pada siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 7(1), 45–54.

Aditia, R., & Permana, A. (2023). Internalisasi nilai-nilai karakter sportivitas melalui ekstrakurikuler olahraga di sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 8(2), 115–124.

Budiman, A., & Rustandi, E. (2022). Pendidikan karakter berbasis kebudayaan Sunda: Menggali kearifan lokal dalam seni bela diri. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Budiman, A., & Rustandi, E. (2024). Pelestarian olahraga tradisional Sunda berbasis pendidikan karakter: Seni Benjang dan pencak silat. Bandung: Refika Aditama.

Fitriani, N., & Suherman, A. (2022). Efektivitas ekstrakurikuler olahraga tradisional dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 14(2), 89–98.

Gunawan, I., & Sumpena, A. (2022). Nilai-nilai filosofis seni pertunjukan Benjang Ujungberung sebagai media pembentukan mentalitas pemuda. Jurnal Kebudayaan dan Seni Tradisional, 5(2), 112–121.

Hidayat, R., & Kurniawan, D. (2022). Pendekatan sport-pedagogy dalam pengembangan kontrol emosi dan karakter ksatria pada remaja. Jurnal Teori dan Aplikasi Keolahragaan, 10(1), 33–42.

Irawan, B., & Lestari, P. (2022). Implementasi kearifan lokal Seni Seni Satria dalam mereduksi kecenderungan perilaku bullying di sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kebudayaan, 8(3), 201–210.

Kencana, S., & Nugraha, Y. (2022). Eksplorasi olahraga tradisional Jawa Barat: Benjang, egrang, dan tarung derajat. Sumedang: UPI Sumedang Press.

Kurniawan, D., & Hidayat, R. (2025). Efektivitas pendekatan sport-pedagogy dalam meningkatkan disiplin dan kontrol diri siswa remaja. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Masyarakat, 6(1), 45–56.

Laksana, D., & Mulyana, O. (2022). Pengaruh latihan seni bela diri tradisional terhadap peningkatan disiplin diri dan rasa percaya diri siswa SMP. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Masyarakat, 3(2), 77–86.

Mardiana, T., & Haryati, S. (2022). Peran yayasan pendidikan berbasis kebudayaan dalam mentransmisikan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam dan Kebudayaan, 6(1), 15–26.

Nugraha, S., & Lestari, P. (2023). Penguatan karakter ksatria berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja melalui seni bela diri tradisional. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan, 11(3), 210–222.

Nugraha, S., & Sasmita, E. (2022). Pelestarian warisan budaya takbenda Benjang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekolah. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 101–109.

Pratama, F., & Wibowo, A. (2022). Penguatan karakter sportivitas melalui simulasi pertandingan olahraga bela diri berbasis fair play. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 65–75.

Pratama, F., Sumpena, A., & Gunawan, I. (2026). Revitalisasi seni Benjang Ujungberung sebagai sarana pendidikan karakter dan kebugaran jasmani peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter dan Kebudayaan, 9(1), 12–25.

Rahmat, C., & Supriatna, E. (2022). Integrasi olahraga tradisional dalam kurikulum pendidikan jasmani untuk membentuk profil pelajar Pancasila. Jurnal Riset Pendidikan Olahraga, 4(1), 22–31.

Setiawan, A., & Hendrawan, B. (2022). Pembentukan etika dan moralitas remaja melalui keterlibatan dalam padepokan bela diri tradisional. Jurnal Sosiologi dan Pendidikan, 9(2), 145–154.

Suryana, Y., & Haryati, S. (2022). Peran sekolah berbasis kebudayaan lokal dalam membentuk nilai kedisiplinan dan kesantunan siswa SMP. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 88–97.

Suryana, Y., & Rahayu, M. (2022). Analisis kedisiplinan dan ketaatan tata tertib siswa SMP di wilayah perkotaan Bandung. Jurnal Edukasi Remaja, 5(3), 188–197.

Utama, F., & Febriani, L. (2022). Dampak latihan fisik terstruktur berbasis bela diri terhadap regulasi emosi siswa fase remaja awal. Jurnal Psikologi Olahraga dan Perkembangan, 2(1), 50–59.

Wahyudi, A., & Subarkah, A. (2022). Revitalisasi kesenian Benjang sebagai strategi pembentukan identitas budaya dan nilai sportivitas siswa. Jurnal Kebudayaan Sunda, 7(2), 130–141.

Downloads

Published

2026-10-14

How to Cite

Sutarman. (2026). Penguatan Karakter Disiplin dan Sportivitas Siswa SMP Melalui Pelatihan Seni Bela Diri Tradisional Benjang. SIGAP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 194–205. Retrieved from https://www.ijems.id/index.php/sigap/article/view/384