Juridical Analysis of the Position of Crown Witness for the Crime of Theft in the Criminal Procedure Law

(Study of Decision Number 263/PID. B/2019/PN.Tng.)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.58818/ijlrsa.v3i1.186

Keywords:

Crown witness, Prove, Criminal offense of theft

Abstract

Crown witnesses are defendants who are used as witnesses to prove a criminal act committed together with the separation of case files first. So that the defendants can testify to each other reciprocally. In decision number 263/PID. B/2019/PN.Tng, Nurupi who is also a defendant in a separate case file was made a crown witness, due to the lack of evidence in the form of witnesses in the criminal case. This research is an empirical normative research, with an analytical descriptive nature. The results showed that the use of crown witnesses in the case was still effective. The obstacle to the use of crown witnesses is if the prosecution trusts crown witnesses too much. The researcher suggested that the public prosecution add other evidence so that the testimony given by crown witnesses is consistent and the evidence is accurate and accurate.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjarwati, N., Lesmana, S. J., & Lestari, T. A. (2023). Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Anak Jalanan di Kabupaten Tangerang. Jurnal Crepido, 05(02), 161–173. https://doi.org/10.14710/crepido.5.2.161-173

Arini, K. N., & Sujarwo, H. (2021). Kedudukan Saksi Ahli dalam Persidangan Perkara Pidana. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 7(2), 245–256. https://doi.org/10.32699/syariati.v7i2.2244

Basuki, P. F. S. (2021). Keterangan Saksi dengan Gangguan Jiwa Sebagai Alat Bukti di Pengadilan. Jurist-Diction, 4(5), 1937–1952. https://doi.org/10.20473/jd.v4i5.29827

Bukhari. (2018). Hukum Pembuktian Menurut Hukum Acara Pidana. Litigasi. https://litigasi.co.id/posts/hukum-pembuktian-menurut-hukum-acara-pidana

Departemen Kehakiman Republik Indonesia. (1982). Pedoman Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Departemen Kehakiman.

Dewi, I. A. K. C., Dewi, A. A. S. L., & Widyantara, I. M. M. (2023). Kedudukan Saksi Mahkota Dalam Pembuktian Tindak Pidana di Indonesia. Jurnal Preferensi Hukum, 4(2), 124–129.

Hamzah, A. (2017). Hukum Acara Pidana Indonesia. Sinar Grafika.

Harahap, M. Y. (2007). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Penyidikan dan Penuntutan. Ghalia Indonesia.

Harita, I. L. (2022). Kedudukan Saksi Mahkota Dalam Pembuktian Tindak. Jurnal Panah Hukum, 1(2), 98–110.

Hidayat, R. (2022). Alasan Kejaksaan Gabungkan Dua Tindak Pidana Sambo dalam Satu Surat Dakwaan. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/berita/a/alasan-kejaksaan-gabungkan-dua-tindak-pidana-sambo-dalam-satu-surat-dakwaan-lt63351ac3960dd/

Ismawati, D. D. (2023). Aspek Hukum Pertimbangan Jaksa Penuntut Umum Dalam Pemisahan Berkas Perkara Pidana Narkotika. Universitas Islam Sultan Agung.

Kurnia, A. J. (2019). Definisi Saksi Mahkota. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/klinik/a/saksi-mahkota-lt4fbae50accb01/

Lesmana, S. J. (2019). Kajian Yuridis Atas Pelaksanaan Pengawasan Terhadap Jabatan Notaris Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 di Kota Tangerang. Supremasi Hukum, 15(1), 32–39. https://doi.org/10.33592/jsh.v15i1.244

Lesmana, S. J. (2024). Hukum Indonesia (Indonesian Law). Berkah Aksara Cipta Karya.

Lesmana, S. J., & Latif, I. S. (2024). Pengantar Ilmu Hukum (Inleiding Tot De Rechtwetenschap). Berkah Aksara Cipta Karya.

Mulyadi, L. (2007). Putusan Hakim Dalam Hukum Acara Pidana: Teori, Praktik, Teknik Penyusunan, dan Permasalahannya. Citra Aditya Bakti.

Pandu Fajar Buana, M. (2016). Pemisahan Berkas Perkara Pidana (Splitsing) oleh Penuntut Umum Dalam Proses Pembuktian Suatu Tindak Pidana Dengan Delik Penyertaan (Studi Pada Kejaksaan Negeri Ambarawa). Universitas Negeri Semarang.

Pangaribuan, L. M. P. (2013). Hukum Acara Pidana: Surat Resmi Advokat di Pengadilan, Praperadilan, Eksepsi, Pledoi, Duplik, Memori Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali. Papas Sinar Sinanti.

Pratiwi, N. I. (2017). Penggunaan Media Video Call Dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 1(2), 202–224.

Prinst, D. (1998). Hukum Acara Pidana Dalam Praktik. Djambatan.

Prodjodikoro, R. W. (1977). Hukum Acara Pidana di Indonesia. Sumur Bandung.

Prodjohamidjojo, M. (1990). Komentar Atas KUHAP, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Pradnya Paramita.

Radjan, S. B. (2008). Hak Warga Negara Dalam Hukum Acara Pidana. In Panduan Bantuan Hukum di Indonesia: Pedoman Anda Memahami dan Menyelesaikan Masalah Hukum. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Ramlan, P. G. (2022). Mengenal Jenis Alat Bukti dalam Hukum Acara Perdata. Kementrian Keuangan Republik Indonesia. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/15189/Mengenal-Jenis-Alat-Bukti-dalam-Hukum-Acara-Perdata.html

Sasangka, H., & Rosita, L. (2003). Hukum Pembuktian dalam Perkara Pidana: Untuk Mahasiswa dan Praktisi. Mandar Maju.

Soetjipto, A. A. (2007). Menyongsong dan Tunaikan Tugas Negara Sampai Akhir: Sebuah Memoar. Granit.

Sonata, D. L. (2014). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris: Karakteristik Khas dari Metode Meneliti Hukum. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 15–35.

Sunarmi, Mahmud Mulyadi, I. M. D. K. M. A. (2021). Analisis Yuridis Bukti Digital (Digital Evidence) Dalam Pembuktian Perkara Tindak Pidana Ujaran Kebencian Pada Putusan Pengadilan Negeri Medan No. 3168/Pid.Sus/2018/Pn.Mdn. Res Nullius Law Journal, 3(2), 98–117. https://doi.org/10.34010/rnlj.v3i2.3862

Syahputra, M., Hatta, M., & Z, Z. (2021). Saksi Mahkota Dalam Pembuktian Pidana Kasus Narkotika. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 2(3), 1–20. https://doi.org/10.29103/jimfh.v4i2.4075

Tahitu, G. Z. (2015). Keberadaan Saksi Mahkota Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Lex Crimen, 6(1), 164–177.

Tanya, B. L., Simanjuntak, Y. N., & Hage, M. Y. (2013). Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi. Genta Publishing.

Tim Publikasi Hukumonline. (2016). Surat Edaran Kejaksaan Agung Nomor B-69/E/02/1997 Tahun 1997. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/v2/lt515eab38af5b7/surat-edaran-kejaksaan-agung-nomor-b-69-e-02-1997-tahun-1997/document

Utomo, A. (2019). Saksi Memberatkan, Meringankan, Mahkota, dan Alibi. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/klinik/a/saksi-memberatkan--meringankan--mahkota--dan-alibi-lt50c7ea823e57d/

Downloads

Published

2025-02-22

How to Cite

Pratama, A. A., Lesmana, S. J., & Lestari, T. A. (2025). Juridical Analysis of the Position of Crown Witness for the Crime of Theft in the Criminal Procedure Law : (Study of Decision Number 263/PID. B/2019/PN.Tng.). The International Journal of Law Review and State Administration, 3(1), 10–18. https://doi.org/10.58818/ijlrsa.v3i1.186

Most read articles by the same author(s)